RESUME BUKU MUKJIZAT AL – QURAN KARYA QURAISH SYIHAB
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
"Studi Al - Quran"
Dosen Pengampu:
Dra. Hj. Liliek Channa AW. M.Ag.
Disusun oleh:
Ma’uunatul Waahidah
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
2018
Informasi
Buku
Judul
Buku : Mukjizat Al –qur’an di
Tinjau dari Aspek Kebahasaan, Syarat Imiah, dan Pemberitahuan Ghaib
Pengarang : M. Quraish Syihab
Penerbit : Mizan
Tahun
Terbit :
Jumlah
halaman : 321
BAB I
MUKADIMAH
Konon laplace pakar astronomi prancis kenamaan pernah ditanya oleh
napoleon bonaparte, “dimana anda menemukan tempat pemeliharaan tuhan dalam
sistem kerja alam raya ini? Laplace menjawab ia tidak mengetahuinya. Jawaban
laplace tidak pula salah maupun benar karena lebih lagi diingat itu merupakan
jawaban pakar. Jika laplace dapat mengetahui penafsiran seluruh tata kerja alam
raya dan melihat peristiwa secara berulang – ulang dalam bentuk yang sama. Tapi
tak dapat diingkari peristiwa itu dan keterulangannya tidak dapat terjadi jika
tidak ada sang pengatur.
BAB II
MUKJIZAT MENURUT AGAMA ISLAM
Mukjiat merupakan kejadian ajaib yang sulit dijangkau aleh akal
fikiran manusia. Sedangkan menurut dalam bahasa arab berasal dari kata (a’jaza)
yang berarti melemahkan. Apabila kemampuan mu’jiz dapat mengungguli kekuatan
dan mengalahkan kawan maka itu yang disebut mukjizat. Ataupun menurut pandangan
ulama mukjizat berarti suatu peristiwa yang luar biasa melalui seorang nabi
untuk membuktikan kenabiannya kepada orang yang meragukannya juga yang
meragukan tidak dapat melakukan tantangan itu.
Unsur
yang menyertai mukjizat
1.
hal atau peristiwa
Peristiwa
yang di luar akal manusia juga tidak ada hukum – hukum yang dapat menjelaskan
terjadinya peristiwa yang luar biasa tersebut dinamakan mukjizat. Hipnotis dan
sihir tidak termasuk mukjizat karena dapat diketahu sebab – sebabnya.
2.
Terjadi oleh seseorang yang mengaku nabi.
Mukjizat hanya dimiliki oleh nabi adapun
keluarbiasaan tersebut terjadi pada orang yang taat dan dicintai allah bukan
termasuk mukjizat melainkan karamah. Setelah nabi muhammad meninggal maka tidak
ada peristiwa yang dinamakan mukjizat karena mukjizat hanya terjadi pada nabi.
3.
Mengandung tantangan terhadap yang meragukan kenabian.
Tantangan ini harus berbarengan dengan
pengakuannya sebagai nabi juga harus sejalan dengan ucapan nabi saat itu.
4.
Tantangan gagal dilayani
Jika yang ditantang dapat melakukan hal
yang serupa maka pengakuan sang penantang tidak terbukti. Bahkan untuk
membuktikan kegagalan mereka biasanya aspek kemukjizata masing –masing nabi
adalah hal – hal yang sesuai dengan dengan keahlian umatnya.
Apakah
Mukjizat dapat Terjadi?
Mungkin
memang ada beberapa orang yang tidak percaya akan kemukjizatan karena tidak
dapat diterima oleh akal sehat akan tetapi sesungguhnya keluarbiasaan itu tidak
mustahil menurut pandangan akal yang sehat maupun tidak yang sebenarnya terjadi
adalah keluarbiasaan itu hnaya sukardijangkau hakikat atau cara kerjanya oleh
akal.
Kita
sering menilai sesuatu mustahil karena akal kita terpaku pada kebiasaan a tau dengan hukum alam dan sebab akibat dan
apabila kita melihat apa yang tak sesuai dengan hukum atau kebiasaan itu akal
kita segera menolak dan menganggapnya mustahil.
Tujuan
dan Fungsi Mukjizat
Mukjizat
berfungsi sebagai bukti kebenaran para nabi. Ibarat seperti ucapan tuhan bahwa
yang diucap para nabi adalah benar sehingga allah menurunkan mukjizat itu. Tapi
sebenarnya mukjizat bukan untuk melemahkan melainkan hanya menunjukan bukti
kepada umat manusia bahwa ajaran yang di bawa para nabi itu ajaran yang benar.
Sa metafisuka
Pertama,
bagi yang telah percaya pada mukjizat nabi maka mukjizat dianggap sebagai bukti
kenabian dan kebenaran ajaran nabi.
Kedua,
tantangan yang mereka kemukakan bahwa pasti tak ada umat mereka yang dapat
melakukan. Bisa jadi selain umatnya bisa melakukan hal tersebut. Mukjizat pada
hakikatnya berada dakam jangkauan hukum alam.
Bukti
untuk Kebenaran Suatu Mukjizat
Sebenarnya
bukti kenabian atau kebenaran seseorang tidak harus berupa sesuatu yang luar
biasa (mukjizat). Kebenaran nabi juga dilihat dari kepribadian serta ajaran –
ajaranya.
Macam
– Macam Mukjizat
Macam
mukjizat di bedakan menjadi 2 yaitu mukjizat material indrawi dan juga
immaterial indrawi. Rata – rata nabi memperoleh mukjizat material indrawi yang
artinya dapat ilihat secara langsung oleh indera masyarakat tempat nabi
menyampaikan risalahnya.
manusia mengalami perkembangan dalam pemikirannya.
Dalam 3 fase yakni :
-
Keagamaan
-
masa metafisika
-
fase ilmiah
salah
satu dampaknya yaitu menyangkut pembuktian tentang kebenaran mukjizat.
Nazmi luke, seorang
pendeta mesir membuktikan kebenaran suatu ajaran yang benar dengan sesuatu yang
luar biasa (mukjizat inderawi) tidak dapat diterima kecuali dalam kondisi
kedewasaan pikiran manusia. Kemudian ia menulis bahwa menghidupkan orang yang
mati, menyembuhkan orang yang buta meruoakan
hal yang luat biasa. Akan tetapi semua tidak akan berarti jika dimaksudkan 2 +
2 = 9 karena itu hal yang wajar di paparkan manusia dengan segala bukti – bukti
logisnya.
BAB III
MAKNA “MUKJIZAT AL – QUR’AN
“Mukjizat Al – qur’an”
yang berarti bahwa mukjizat tersebut adalah mukjizat yang dimiliki al – quran
dan bukan dari selain al – quran.
Al – quran sendiri bisa
didefenisikan sebagai firman allah yang disampaikan oleh malaikat jibril sesuai
redaksinya kepada nabi muhammad yang kemudian disebarkan kepada umat secara
tawatur. Maka yang dimaksud al –qur’an adalah minimal satu surah walau pendek,
atau tiga ayat ataupun satu ayat yang panjang seperti ayat kursi. Pembatasan
minimal ini dipahami dari tahapan – tahapan tantangan allah kepada orang yang
meragukan kebenaran Al – quran. Mereka mengira muhammad lah yang membuat Al –
quran. Maka turunlah ayat yang menantang orang yang meragukan al – quran yang
bahwasanya allah menyuruh mereka membuat hal yang semacam al – quran kemudian
tantangan itu tidak dapat dilayani. kemudian di tantang lagi pada tantangan
yang lebih ringan sampai ke tiga kalinya tetapi juga tak mampu dilayani. Dan
mereka berkata “Bagaimana mungkin kita dapat hal yang semacam al – quran
sedangkan kita tidak mengetahui sejarah umat terdahulu seperti yang dipaparkan
dalam al - qur’an?” karena itu pula tantangan terakhir di tutup dengan
pernyataan yang jelas dan tegas dan tidak hanya ditujukan kepada mereka yang
hidup pada masa turunynya al – quran, tetapi juga kepada mereka yang ragu,
kapan dan dimanapun kalian berada.
Apakah mukjizat Al –
quran perlu dibuktikan?
Tak bisa di sangkal bahwa
al – quran memiliki keistimewaan yang amat luar biasa yang sudah diakui sejak
dahulu hingga sekarang. Keagungan dan kesempurnaan al – qur’an bukan hanya
diketahui dan dirasakan oleh mereka yang mempercayai dan mengharapkan petunjuk
al – quran. Tetapi juga orang yang mengenal dekat dengan al – quran. Karena
tidak ada suatu bacaan pun sejak manusia mengenal baca tulis lima ribu tahun
lalu yang keadaannya sama dengan al – quran. Juga karena tiada suatu bacaan pun
yang redaksinya sama dengan al – quran. Buka hanya segi kata melainkan
pemilihan kata dan kandungan yang ada di dalamnya yang kemudian dikenal dengan
ilmu tafsir al – quran yang dipelajari dari generasi ke generasi. Tiada suatu
bacaan pun yang diatur dan dipelajari
tatacara penulisannya baik dari segi persesuaiannya maupun perbedaan
penulisannya pada waktu dahulu dan sekarang. Maka masih adakah yang menyebut al
– quran adalah karya nabi muhammad? Maka jawabanya adalah tidak! Kemudian
ditegaskan lagi dalam al – quran surah (Al – haqqah ayat 44-47 ).
Bagaimana Memahami
Kemukjizatan Al – Quran?
Ada tiga hal yang perlu
dipahami untuk pemahaman bukti – bukti itu.
Kepribadian nabi
Muhammad.
Bahwa untuk membuktikan
kebenaran nabi tidaklah harus melihat dari kemukjizatan yang dimilikinya tetapi
juga kepribadiannya, akhlaqnya, ataupun kehidupan kesehariannya.
Nah, adakah nabi muhammad
seorang yang gila kedudukan? Adakah beliau orang yang menghalalkan segala cara
untuk mencapai tujuan yang diinginkan? Apakah beliau tahu segalanya? Banyak sekali tawaran kepada beliau harta,
tahta, maupun wanita dengan syarat untuk menghentikan dakwahnya namun semua itu
ditolaknya.
Kondisi masyarakat saat
turunnya al – quran
Yang terpenting dalam
konteks uraian kemukjizatan al – quran adalah ilmu penegetahuan, kemampuan
ilmiah masyarakat arab. Serta masyarakat umat manusia secara umum. Kemampuan
baca tulis dikalangan masyarakat arab khususnya pada awal masa islam sangat
minim sampai – sampai ada riwaya yang menyebutkan jumlah mereka yang pandai
menulis waktu itu tidak lebih dari belasan orang. Yang disebabkan kelangkaan
alat tulis dan kemampuan mengahafal mereka. Masyarakat arab kala itu juga tidak
pandai menghitung. Tetapi tidak dikatakan tidak memiliki ilmu pengetahuan sama
sekali. Mereka memiliki ilmu pengetahuan seperti :
1. Astronomi, untuk
mengetahui petunjuk jalan dan jenis musim.
2. Meteorologi, untuk
mengetahui keadaan cuaca dan turunya hujan.
3. Sedikit sejarah umat
sekitarnya.
4. Pengobatan berdasarka
pengalaman.
5. Perdukunan dan
semacamnya.
6. Bahasa dan Sastra.
Pengetahuan mereka dalam
bidang – bidang tersebut amat sederhana tidak jarang yang keliru sehingga
seringkali al –quran meluruskan kekeliruan tersebut dan untuk memperoleh
informasi yang baru.
Masa dan cara kehadiran
al – quran
Dalam hal ini konteks
kemukjizata al – quran adalah :
a) Kehadiran wahyu Al –
quran diluar kehendak nabi muhammad
b) Kehadirannya secara
tiba – tiba.
Pernah suatu ketika wahyu
tidak kunjung turun ketika nabi sedang membutuhkannya. Sedemikan gelisah itu
sampai – sampai ada yang menyatakan nabi nyaris menjatuhkan diri dari puncak
gunung. Orang – orang musyrik mekkah pun mengejek beliau mengatakan bahwa
tuhanmu telah mennggalkanmu dan membencimu. Kemudin turunlah ayat ad-dhuha ayat
1-3 yang mengatakan “dan demi ad dhuha ketika hening. Tuhanmu tidak
meninggalkanmu dan tidak pula membencimu.” Dan demikian wahyu adalah wewenang
tuhan. Walaupun keinginan nabi jika allah tidak menghendaki, mka wahyu tidak
akan turun.
Ayat Teguran
Ayat teguran yakni
ayat yang turun atas permohonan nabi muhammad dikarenakan suatu peristiwa yang
sangat kritis yang terjadi pada saat itu akan tetapi allah menegur nabi
muhammad atas permohonanya kepada allah.
Contoh ayat : pada peristiwa saat
itu nabi memohon agar allah mengutuk
mereka. Namun ucapan nabi ini di tegur allah dengan sangat keras berikut ini :
لَيْسَ
لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ
فَإِنَّهُمْ ظَالِمُون
Tak
ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima
taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang
yang zalim. (Ali 'Imran Ayat 128)
Ayat
Yang Turun Spontan
Disamping
itu tidak jarang wahyu yang turun secara tiba – tiba juga tak terlintas di
benak beliau. Walaupun kehadirannya secara tiba – tiba namun redaksinya sangat
indah dan teliti kandungan amat kaya dan jitu melebihi keindahan dan ketelitian
hadis – hadis beliau.
BAB
IV
BAHASA
AL – QURAN
Tidak
dapat di sangkal bahwa kosa kata adalam al – quran adalah bahasa arab. Kecuali
beberapa kosa kata perbendaharaan akibat akulturasi. Sekian banyak ayatnya ada
yang membantah bahwa bahasa al – quran diajarkan oleh seorang a’jam (non arab)
kepada nabi. Bahasa a’jam adalah bahasa selain bahasa arab juga diartikan
sebagai bahasa arab yang tidak baik.
Ciri
Bahasa Arab
Bahasa
arab termasuk rumpun bahsa semit sama dengan bahasa ibrani. Kata bahasa arab
mempunyai tiga asal huruf mati yaitu qaf, wawu, dan lam yang semuanya digabung
menjadi kata (qala) yang berarti “berkata”. Seorang pakar bahasa arab
menekankan bahwa pemilihan huruf – huruf bahasa arab bukanlah kebetulan tetepi
mengandung falsafah sendiri. Keunikan bahasa arab terlihat juga pada
kekayaanya. Dan kekayaan bukan saja terlihat pada jenis kelamin kata pada
bilangannya tetapi juga ada antonim dan sinonimnya. Contohnya pada kata singa
bersinonim lima ratus, ular dua ratus. Keunikan lain dari bahasa ini adalah adalah
banyaknya kata – kata ambigu, tidak jarang kata yang mempunyai dua atau tiga
arti yang berlawanan. Walaupun kosa kata yang digunakan oleh orang – orang arab
namun tidak jarang kata yang mempunyai arti atau pengertian baru dari yang
sebelumnya. Misal, kata (shalat) diartikan sebagai do’a maka hanya bukan
sekedar do’a melainkan di perluas hingga mencakup ucapan, perbuatan tertentu
yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam.
Tujuan
Menyebarkan Al - quran
Sebab
dari pemilihan bahasa arab sebagai bahasa al – quran adalah tak lepas dari
penyebarannya. Timur tengah khususnya mekkah adalah jalur penghubung antara
jalur timur dan barat. Wajarlah jika kawasan ini menjadi tempat penyampaian
pesen ilahi yang terakhir dan ditujukan kepada seluruh umat manusia. Penduduk
mekkah juga melakukan “perjalanan musim dingin dan musim panas” ke daerah
romawi dan persia. Faktor ini akan mempermudah penyebaran agama islam. Ada
faktor selain itu yang mendukung terpilihnya mekkah. Karena saat itu masyarakat
mekkah beleum mengenal kemunafikan dan bermuka dua dan mereka keras kepala,
serta lidah dan ungkapan mereka sangat tajam. Sejarah juga menunjukkan bahwa
ayat – ayat yang emnunjukkan kemunafikan baru ada ketika nabi berada di
madinah. Keluarga yang terpilih untuk tugas kenabian yaitu bani hasyim dari
keluarga ini yang terpilih adalah nabi muhammad karena budi pekertinya yang
luhur.
BAB
V
MUKJIZAT
AL – QURAN DITINJAU DARI ASPEK KEBAHASAAN
Al
– quran pertamakali berinteraksi dengan masyarakat arab pada nabi muhammad saw.
Keahlian mereka dalam bahasa dan sastra arab. Dimana – mana terjadi perlombaan
dalam menyusun syair, khutbah, petuah dan nasihat. Syair yang indah digantung
di ka’bah untuk penghormatan kepada penyair dan agar dapat dilihat keindahanya.
Sebenarnya orang – orang arab hidup pada masa turunnya al – qur’an adalah
masyarakat yang paling mengerti tentang keistimewaan dan keunikan al – quran
serta ketidak mampuan manusia dalam membuatnya. Tetapi sebagian mereka tidak
menerima pesan – pesan al – qiran karena pesan – pesan yang dikandungnya masih
sesuatu yang baru ditambah lagi ketidak jelasan al – quran dan bertentangan
dengan kepercayaan mereka. Mereka menyebut al –quran adalah syair karena
keindahan susunan bahasanya. Tetapi tidak seperti syair pada umumnya mereka
juga bingung karena al – quran juga tidak dapat disebut sihir atau perdukunan
karena biasanya sihir tidak menyebutkan kata – kata yang luhur melainkan
sebaliknya. Dari sini kita dapat berkata bahwa keunikan dan keistimewaan al
–quran dari segi bahasa merupakan kemukjizatan utama yang ditjukan pada
masyarakat arab.
Susunan
Kata dan Kalimat Al – quran
1.
Nada dan langgamnya
Jika
anda mendengar ayat al – quran hal pertama yang terasa di telinga adalah nada
dan langgamnya. Perlu diingat bahwasanya al – quran bukanlah sebuah syair atau
puisi. Tetapi terdengar mempunyai keunikan dalam irama dan ritmenya. Hal ini
disebabkan oleh hurf dari kata – kata yang dipilih melahirkan keserasian bunyi.
2.
Singkat dan Padat
Al
– quran keistimewaan bahwa kata dan kalimat – kalimatnya yang singkat dapat
menampung sekian banyak makna. Ia bagai berlian yang memancarkan cahaya dari
setiap sisinya.
3.
Memuaskan para pemikir dan orang kebanyakan.
Bisa
jadi seorang yang awam akan merasa puas dan memahami al – quran dengan
keterbatasanya, akan tetapi para ilmuwan dan filosof akan mendalami lebih dalam
lagi apa itu sebenarnya ayat al – quran
4.
Memuaskan Akal dan Jiwa.
Manusia
memiliki akal, rasa dan daya pikir. Daya pikir mendorongnya antara lain untuk
memberikan argumentasi – argumentasi guna mendukung pandangannya. Sedangkan
kalbu untuk mengeksprsikan dan mengembangkan imanjinasi. Nah, dengan
keluarbiasaanya al – quran mampu menggabungkan kedua tersebut
5.
Keindahan dan Ketepatan Maknanya
Tidak
mudah bagi orang untuk menjelaskan keindahan isi al – quran terlebih bagi orang
tersebut tidak memiliki tentang pengetahuan tentang bahasanya.
6.
Keseimbangan Redaksi Al – quran
Dalam
buku tafsir al – amanah menafsirkan ayat al – mudastsir yang
menyemimbangkan kosa kata al – quran. Dikatakan bahwa ada rahasia dibalik
pengulangan kosa kata al – quran. Rasyad khalifah memulai pembuktiannya dengan
mengulas kata – kata basmalah yang terdiri dari 19 huruf selanjutnya dikatakan
bahwa jumlah bilangan kata basmalah yang terdapat dalam al – quran tersebut
walupun berbeda – beda namun keseluruhanya habis terbagi oleh angka 19.
Sekelumit
Rincian Ketelitian Redaksi Al – quran
Quran
sangat teliti dalam pemiihan kosa kata katanya. Seringkali pemilihan kosa kata
tersebut pada pandangannya dinilai menyalahi kaidah kebahasaan, atau tidak
sejalan dengan bahasa yang baik.
BAB
VI
PAHAM
AS – SHARFAH
Ash
– sharfah terambil dari akar kata (sharafa) yang berarti memalingkan dalam arti
memalingkan manusia dari upaya membuat semacam al – quran, sehingga seandainya
aka manusia akan mampu. Dengan kata lain kemukjizatan al – quran lahir dari
faktor eksternal dan bukan daeri al – quran itu sendiri.
Pertama,
mengatakan bahwa semangat mereka untuk menentang dilemahkan allah.
Kedua,
menyatakan bahwa cara allah memalingkan adalah dengan mencabut pengetahuan dan
rasa bahasa yang mereka miliki dan yang diperlukan guna lahirnya susunan
kalimat serupa al – quran.
Kalau
demikian, apa dasar yang digunakan untuk mengatakan bahwa ada faktor ekstern
untuk melemahkan semangat mereka? Dan apa dasar pendapat ini? Tidak ada yang
bisa menjelaskan.
BAB
VII
ISYARAT
– ISYARAT ILMIAH AL – QURAN
Al
– quran bukanlah suatu isyarat ilmiah sebagaimana halnya kitab – kitab ilmiah
yang dikenal selama ini. Salah satu hal yang membuktikan kebenaran pernyataan
di atas adalah sikap al – quran terhadap pertanyaan yang diajukan para sahabat
nabi tentang keadaan bulan. Menurutnya mereka bertanya mengapa bulan sabit
terlihatdari malam ke malam membesar hingga purnama kemudian sedikit demi
dedikit mengecil kemudian hilang. Pertanyaan itu tidak di jawab al – quran
dengan jawaban ilmiah. Tetapi, malah jawabannya justru diarahkan kepada memahami
hikah dibalik kenyataan itu. Yang mana dibri jawaban pada surah al – baqarah
189. “katakanlah, yang demikian itu tanda – tanda waktu bagi manusia dan bagi
ibadah haji”.
Ihwal
Reproduksi Manusia
Al
– quran berbicara panjang lebar tentang manusia, dan salah satu yang diuraikannya
adalah reproduksi manusia serta tahap = tahap yang dilaluinya hingga menjadi
manusia. Terdapat paling tidak 3 ayat al – quran yang menejlaskan sperma atau
mani. Yaitu :
1.
surah al – qiyamah ayat 36 – 39
2.
surah an – najm ayat 45 – 46
3.
surah al – waqi’ah ayat 58 – 59
Pada
surah al – qiyamah secara tegas dinyatakan bahwa nutfah merupakan bagian
terkecil dari mani yang dituangka dalam rahim. Penemuan menyatakan bahwa
pancaran mani mengandung sekitar dua ratus juta benih manusia, sedangkan yang
berhasil bertemu dengan ovum hanya satu saja.
Selanjutnya,
an – najm menginformasikan bahwa dari setetes nutfah allah menciptakan kelamin
laki dan perempuan. Penelitian membuktikan bahwa ada dua macam kandungan sperma
yakni kromosom X dan kromosom Y.
Ihwal
Kejadian Alam Semesta
Al
– quran mengisyaratkan bahwa langit dan bumi tadinya adalah satu gumpalan dalam
firman allah (Q.S al – anbiya’ ayat 30). Al – quran tidak menjelaskan bagaimana
terjadinya pemisahan itu namun pemisahan itu di benarkan oleh para ilmuwan.
Observasi erwin P huble melalui teropong bintang raksasa memnunjukan adanya
pemuaian alam semesta. Ini berarti alam semesta berekspansi dan tidak statis.
Bumi kita diliputi oleh ruang angkasa atau langit. Langit ditinggikan berarti
ia bergerak sedemikian rupa ke arah tegak lurus pada suatu permukaan bumi.
Karena bumi bulat ini berarti langit yang mengingkari bumi harus mengembang ke
segala arah.
Ihwal
Pemisah Dua Laut
Dalam
surah al – furqan : 53 menjelaskan bahwa ada pemisah yang diciptakan allah pada
lokasi – lokasi tempat bertemunya laut dan sungai.
Ihwal
Awan
Dijelaskan
pada surah an – nur ayat 43 ayat ini berbicara tentang awan dan proses
terjadinya hujan. Proses turunnya hujan dimulai dari pembentukan awan tebal
karena adamya dorongan angin yang mendorong kawanan angin kecil menuju pusat pertemuan
awan.
BAB
VIII
PEMBERITAAN
GAIB AL – QURAN
Gaib
adalah sesuatu yang tidak diketahui manusia dalan kehidupan ini. Misalnya kapan
terjadinya hari kiamat, kapan datangnya kematian. Al – quran mengungkap sekian
banyak ragam hal gaib. Al – quran mengungkap hal gaib yang terjadi pada masa
lampau dan masa yang akan datang yang belum diketahui oleh manusia. Tentu saja
peristiwa yang akan datang dalam ayat al – quran menunjukan bukti kemukjizatan
al – quran.
Berita
Gaib tentang Masa Lampau
Al
– quran mengisahkan sekian banyak peristiwa masa lampau. Harus diakui bahwa
kisahnya belum banyak di buktikan kebenarannya pada masa kini tetapi sebagian
lainnya telah terbukti.
Berikut
adalah contoh kisahnya yang telah terbukti :
Al
– quran telah berbicara tentang kaum tsamud dan kaum ad kepeda mereka diutus
nabi shaleh dan nabi hud. Banyak uraian dalam al –quran yang menjelaskan kedua
kaum ini baik dari segi pembangkangan mereka terhadap tuhannya. Mereka akhirnya
di hancurkan allah dengan gempa dan angin ribut yang sangat kencang.
Berita
Gaib pada Masa Datang yang Terbukti
Kemenangan
romawi setelah kekalahannya.
Pada
abad ke lima dan ke enam terdapat dua adikuasa romawi beragama kristen dan
persia menyembah api. Peperangan antar keduanya tak dapat terelakkan sebab
perebutan kekuasaan. Sejarah mengatakan bahwa peperangan antara adikuasa
berakhir dengan kalahnya romawi kala itu kaum musyrik mengejek masyarakat
mekkah muslim karena mengharapkan kemenangan romawi kekesalan mereka bertambah
akibat ini. Maka allah menurunkan wahyu untuk menghibur mereka.
Pertama,
romawi akan menang atas persia pada tenggang waktu yang di tetapkan al – quran.
Kedua,
jika kemenangan itu tiba kaum muslim akan bergembira.
Ini
berarti menjelaskan bahwa akan terjadi lagi peperangan antara romawi dan
persia. Ternyata benar adanya, bahwa pemberitaan tersebut menginformasikan
bahwa tujuh tahun setelah kekalahan romawi tepatnya pada tanggal 622 M terjadi
lagi peperangan antara keduanya, dan kali ini pemenangnya adalah romawi.
BAB
IX
BUKTI
– BUKTI LAIN MUKJIZAT AL – QURAN
Petunjuk
Al – quran Sebagai Mukjizat
Pada
tafsir al – manar al – quran dalam bidang akidah ketuhanan, akhlaq, metafisika,
dan hukum – hukum yang berkaitan dengan agama sosial dan politik merupakan
pengetahuan yang sangat tinggi nilainya. Sedikit sekali yang dapat mencapi
bidang – bidang tersebut. Orang – orang yuanani dan romawi, sebelum al – quran
juga telah menetapkan hukum tetepi kemukjizatan aspek syari’at al – quran
terletak pada kemampuannya menciptakan keadilan antar sesama yang dibuat untuk
kepentingan suatu bangsa. Sisi keistimewaan petunjuk al – quran dapat juga
terlihat pada prinsip yang di perkenalkanya. Yaitu prinsip yang dikenal sebagai
“hak veto” yaitu rincian dan ketetapannya dapat disesuaikan dan dibatalkan.
Misal, al – quran memperbolehkan memakan daging babi apabila dalam keadaan
darurat.
Pengaruh
Al – quran Terhadap Jiwa Manusia
Dalam
literatur sejarah ditemukan riwayat – riwayat berikut yang menjadi bukti
pengaruh al – quran terhadap jiwa manusia. Umar bin Khatab keluar dari rumahnya
dengan maksud membunuh Nabi Muhammad Saw yang dinilainya memecah-belah
masyarakat serta meredahkan sesembahan leluhur. Dalam perjalan mencari Nabi,
dia bertemu dengan seorang menanyakan tujuannya. Orang itu kemudian berkata Tidak usah Muhammad yang kau bunuh. yang telah
mengikutinya (masuk Islam), seharusnya itulah yang kau urus." Umar
kemudian menemui adik nya, Fathimah, yang sedang bersama suaminya membacakan
lembaran ayat-ayat Al-Quran. Ditamparlah adiknya itu kemudian direbutnya
lembaran al –quran itu lalu dibacanya, dan begetarlah hati umar membaca ayat
suci al – quran tersebut kemudian umar bergegas menemui nabi muhammad untuk
menuntunnya agar masuk islam.
Kritik
Terhadap Sistematika Al – quran
Al
– quran sementara orang dinilai sangat kacau dalam sistematikanya. Betapa tidak
kata mereka dalam satu uraian belum selesai menjelaskan tiba – tiba menjelaskan
uraian yang lain.
a)
Turunnya Al – quran
al
– quran turun berjangka waktu sangat lama dan beragsur – angsur. Terkadang
turun beberapa atau belasan hingga satu ayat saja. Nabi muhammad selalu menyampaikan
kepada penulis wahyu berdasarkan apa yang di wahyukan allah. Dari sini terlihat
bahwa penyusunan ayat al – quran tidak di dasarkan pada masa atau tahapan
turunya tetapi didasarkan oleh allah berdasarkan pertimbangannya. Atau
dikatakan berdasarkan keserasian hubungan ayat – ayat dan surahnya.
b)
Penilaian baik buruk berkaitan dengan sistematika
al
– quran bukanlah bukanlah suatu kitab sistematika ilmiah seperti kitab ilmiahb
pada umumnya. Misi al – quran adalah dakwah untuk mengajak manusia menuju jalan
yang terbaik. Di sisi lain al – quran enggan memilih – milih pesanya agar tidak
timbul kesan bahwa yang satu lebih penting dari yang lainnya. Salah satu tujuan
sistematika al – quran berbentu demikan adalah untuk mengingatkan manusia
khususnya kaum muslim bahwa ajaran al – quran adalah satu kesatuan terpadu yang
tidak dapat di pisah pisahkan. Tujuan bergabungnya berbagai persoalan al –
quran adalah agar setiap surah dapat memperoleh sekian banyak petunjuk dalam
waktu yang singkat tanpa membaca seluruh ayat.
Munasabah
al – quran
a)
hubungan kata demi kata dalam satu ayat
b)
hubungan antara kandungan ayat dengan penutup ayat
c)
hubungan ayat dengan ayat berikutnya
d)
hubungan antara penutup surah dengan mukadimah surah berikutnya
e)
hubungan antara penutup surah dengan mukadimah penutupnya
f)
hubungan kandungan surah dengan surah sesudahnya
Kritik
Terhadap Bahasa Al – quran
Beberapa
contoh kritik terhadap bahasa al – quran :
a)
surah yusuf ayat 17 menyatakan fa akalahu adzdzibu ( maka dia yusuf
dimakan serigala ) kata fa akalahu yang di terjemahkan dengan maka
dia dimakan menurut mereka seharusnya
faftarahu yakni diterkam karena kata ini digunakan untu binatang
buas semacam serigala, sedangkan kata akala (makan) merujuk ke pengertian
umum.
Benarkah
Tidak ada yang berhasil menantang al – quran ?
Benarkah
tidak ada yang berhasil menentang al – quran ? bisa jadi ada. Dalam sejarah
islam tidak mengenal adanya larangan mengeluarkan pendapat bahkan sejarah
menunjukkan perdebatan mengenai adanya nabi dan kebenaran ajaran islam. Sejarah
telah membuktikan adanya orang – orang yang berusaha untuk menandingi al –
quran. Sejarah juaga meriwayatkan ucapan –ucapan mereka namun usaha mereka
berakhir dengan kegagalan.
BAB
XI
PENUTUP
Hal
– hal yang dipaparkan diatas adalah mukjizat al – quran dari aspek kebahasaan,
isyarat ilmiah, dan pemberitaan gaib. Memang tidak mudah memeparkan semua aspek
kemukjizatan al – quran ini perlu adanya penelitian dan juga wawasan yang luas.
Bukan sembarang ilmu yang digunakan untu membahas tentang keluarbiasaan al –
qur’an ini. Semua orang sangat boleh mengungkap keistimewaan al – quran yang
tak terlihat dari orang lain. Di sisi lain perkembangan ilmu pengetahuan dan
tekhnologi memgungkap hakikat – hakikat baru sehingga pakar masa kini dapat
mengungkap al – quran dari sisi keistimewaan yang tidak diketahui oleh pakar –
pakar sebelumnya.
