Sabtu, 22 Desember 2018

RESUME BUKU MUKJIZAT AL - QURAN KARYA QURAISH SYIHAB


RESUME BUKU MUKJIZAT AL – QURAN KARYA QURAISH SYIHAB

 Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah 

"Studi Al - Quran"


 Dosen Pengampu: Dra. Hj. Liliek Channa AW. M.Ag.

 Disusun oleh: Ma’uunatul Waahidah 

 PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 
2018






Informasi Buku

Judul Buku          : Mukjizat Al –qur’an di Tinjau dari Aspek Kebahasaan, Syarat Imiah, dan Pemberitahuan Ghaib
Pengarang             : M. Quraish Syihab
Penerbit                 : Mizan
Tahun Terbit       :
Jumlah halaman  : 321




BAB I

MUKADIMAH

Konon laplace pakar astronomi prancis kenamaan pernah ditanya oleh napoleon bonaparte, “dimana anda menemukan tempat pemeliharaan tuhan dalam sistem kerja alam raya ini? Laplace menjawab ia tidak mengetahuinya. Jawaban laplace tidak pula salah maupun benar karena lebih lagi diingat itu merupakan jawaban pakar. Jika laplace dapat mengetahui penafsiran seluruh tata kerja alam raya dan melihat peristiwa secara berulang – ulang dalam bentuk yang sama. Tapi tak dapat diingkari peristiwa itu dan keterulangannya tidak dapat terjadi jika tidak ada sang pengatur. 


BAB II
MUKJIZAT MENURUT AGAMA ISLAM

Mukjiat merupakan kejadian ajaib yang sulit dijangkau aleh akal fikiran manusia. Sedangkan menurut dalam bahasa arab berasal dari kata (a’jaza) yang berarti melemahkan. Apabila kemampuan mu’jiz dapat mengungguli kekuatan dan mengalahkan kawan maka itu yang disebut mukjizat. Ataupun menurut pandangan ulama mukjizat berarti suatu peristiwa yang luar biasa melalui seorang nabi untuk membuktikan kenabiannya kepada orang yang meragukannya juga yang meragukan tidak dapat melakukan tantangan itu.
Unsur yang menyertai mukjizat

1. hal atau peristiwa
      Peristiwa yang di luar akal manusia juga tidak ada hukum – hukum yang dapat menjelaskan terjadinya peristiwa yang luar biasa tersebut dinamakan mukjizat. Hipnotis dan sihir tidak termasuk mukjizat karena dapat diketahu sebab – sebabnya.

2. Terjadi oleh seseorang yang mengaku nabi.
  Mukjizat hanya dimiliki oleh nabi adapun keluarbiasaan tersebut terjadi pada orang yang taat dan dicintai allah bukan termasuk mukjizat melainkan karamah. Setelah nabi muhammad meninggal maka tidak ada peristiwa yang dinamakan mukjizat karena mukjizat hanya terjadi pada nabi.

3. Mengandung tantangan terhadap yang meragukan kenabian.
 Tantangan ini harus berbarengan dengan pengakuannya sebagai nabi juga harus sejalan dengan ucapan nabi saat itu.

4. Tantangan gagal dilayani
        Jika yang ditantang dapat melakukan hal yang serupa maka pengakuan sang penantang tidak terbukti. Bahkan untuk membuktikan kegagalan mereka biasanya aspek kemukjizata masing –masing nabi adalah hal – hal yang sesuai dengan dengan keahlian umatnya.

Apakah Mukjizat dapat Terjadi?

Mungkin memang ada beberapa orang yang tidak percaya akan kemukjizatan karena tidak dapat diterima oleh akal sehat akan tetapi sesungguhnya keluarbiasaan itu tidak mustahil menurut pandangan akal yang sehat maupun tidak yang sebenarnya terjadi adalah keluarbiasaan itu hnaya sukardijangkau hakikat atau cara kerjanya oleh akal.

Kita sering menilai sesuatu mustahil karena akal kita terpaku pada kebiasaan a   tau dengan hukum alam dan sebab akibat dan apabila kita melihat apa yang tak sesuai dengan hukum atau kebiasaan itu akal kita segera menolak dan menganggapnya mustahil.

Tujuan dan Fungsi Mukjizat

Mukjizat berfungsi sebagai bukti kebenaran para nabi. Ibarat seperti ucapan tuhan bahwa yang diucap para nabi adalah benar sehingga allah menurunkan mukjizat itu. Tapi sebenarnya mukjizat bukan untuk melemahkan melainkan hanya menunjukan bukti kepada umat manusia bahwa ajaran yang di bawa para nabi itu ajaran yang benar.
Sa metafisuka
Pertama, bagi yang telah percaya pada mukjizat nabi maka mukjizat dianggap sebagai bukti kenabian dan kebenaran ajaran nabi.
Kedua, tantangan yang mereka kemukakan bahwa pasti tak ada umat mereka yang dapat melakukan. Bisa jadi selain umatnya bisa melakukan hal tersebut. Mukjizat pada hakikatnya berada dakam jangkauan hukum alam.

Bukti untuk Kebenaran Suatu Mukjizat

Sebenarnya bukti kenabian atau kebenaran seseorang tidak harus berupa sesuatu yang luar biasa (mukjizat). Kebenaran nabi juga dilihat dari kepribadian serta ajaran – ajaranya.

Macam – Macam Mukjizat

Macam mukjizat di bedakan menjadi 2 yaitu mukjizat material indrawi dan juga immaterial indrawi. Rata – rata nabi memperoleh mukjizat material indrawi yang artinya dapat ilihat secara langsung oleh indera masyarakat tempat nabi menyampaikan risalahnya.
 manusia mengalami perkembangan dalam pemikirannya. Dalam 3 fase yakni :
-          Keagamaan
-          masa metafisika
-          fase ilmiah
salah satu dampaknya yaitu menyangkut pembuktian tentang    kebenaran mukjizat.

Nazmi luke, seorang pendeta mesir membuktikan kebenaran suatu ajaran yang benar dengan sesuatu yang luar biasa (mukjizat inderawi) tidak dapat diterima kecuali dalam kondisi kedewasaan pikiran manusia. Kemudian ia menulis bahwa menghidupkan orang yang mati, menyembuhkan orang yang buta      meruoakan hal yang luat biasa. Akan tetapi semua tidak akan berarti jika dimaksudkan 2 + 2 = 9 karena itu hal yang wajar di paparkan manusia dengan segala bukti – bukti logisnya.

BAB III
MAKNA “MUKJIZAT AL – QUR’AN

“Mukjizat Al – qur’an” yang berarti bahwa mukjizat tersebut adalah mukjizat yang dimiliki al – quran dan bukan dari selain al – quran.
Al – quran sendiri bisa didefenisikan sebagai firman allah yang disampaikan oleh malaikat jibril sesuai redaksinya kepada nabi muhammad yang kemudian disebarkan kepada umat secara tawatur. Maka yang dimaksud al –qur’an adalah minimal satu surah walau pendek, atau tiga ayat ataupun satu ayat yang panjang seperti ayat kursi. Pembatasan minimal ini dipahami dari tahapan – tahapan tantangan allah kepada orang yang meragukan kebenaran Al – quran. Mereka mengira muhammad lah yang membuat Al – quran. Maka turunlah ayat yang menantang orang yang meragukan al – quran yang bahwasanya allah menyuruh mereka membuat hal yang semacam al – quran kemudian tantangan itu tidak dapat dilayani. kemudian di tantang lagi pada tantangan yang lebih ringan sampai ke tiga kalinya tetapi juga tak mampu dilayani. Dan mereka berkata “Bagaimana mungkin kita dapat hal yang semacam al – quran sedangkan kita tidak mengetahui sejarah umat terdahulu seperti yang dipaparkan dalam al - qur’an?” karena itu pula tantangan terakhir di tutup dengan pernyataan yang jelas dan tegas dan tidak hanya ditujukan kepada mereka yang hidup pada masa turunynya al – quran, tetapi juga kepada mereka yang ragu, kapan dan dimanapun kalian berada.  
Apakah mukjizat Al – quran perlu dibuktikan?
Tak bisa di sangkal bahwa al – quran memiliki keistimewaan yang amat luar biasa yang sudah diakui sejak dahulu hingga sekarang. Keagungan dan kesempurnaan al – qur’an bukan hanya diketahui dan dirasakan oleh mereka yang mempercayai dan mengharapkan petunjuk al – quran. Tetapi juga orang yang mengenal dekat dengan al – quran. Karena tidak ada suatu bacaan pun sejak manusia mengenal baca tulis lima ribu tahun lalu yang keadaannya sama dengan al – quran. Juga karena tiada suatu bacaan pun yang redaksinya sama dengan al – quran. Buka hanya segi kata melainkan pemilihan kata dan kandungan yang ada di dalamnya yang kemudian dikenal dengan ilmu tafsir al – quran yang dipelajari dari generasi ke generasi. Tiada suatu bacaan pun     yang diatur dan dipelajari tatacara penulisannya baik dari segi persesuaiannya maupun perbedaan penulisannya pada waktu dahulu dan sekarang. Maka masih adakah yang menyebut al – quran adalah karya nabi muhammad? Maka jawabanya adalah tidak! Kemudian ditegaskan lagi dalam al – quran surah (Al – haqqah ayat 44-47 ).
Bagaimana Memahami Kemukjizatan Al – Quran?
Ada tiga hal yang perlu dipahami untuk pemahaman bukti – bukti itu.
Kepribadian nabi Muhammad.
Bahwa untuk membuktikan kebenaran nabi tidaklah harus melihat dari kemukjizatan yang dimilikinya tetapi juga kepribadiannya, akhlaqnya, ataupun kehidupan kesehariannya.
Nah, adakah nabi muhammad seorang yang gila kedudukan? Adakah beliau orang yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan? Apakah beliau tahu segalanya?  Banyak sekali tawaran kepada beliau harta, tahta, maupun wanita dengan syarat untuk menghentikan dakwahnya namun semua itu ditolaknya.
Kondisi masyarakat saat turunnya al – quran
Yang terpenting dalam konteks uraian kemukjizatan al – quran adalah ilmu penegetahuan, kemampuan ilmiah masyarakat arab. Serta masyarakat umat manusia secara umum. Kemampuan baca tulis dikalangan masyarakat arab khususnya pada awal masa islam sangat minim sampai – sampai ada riwaya yang menyebutkan jumlah mereka yang pandai menulis waktu itu tidak lebih dari belasan orang. Yang disebabkan kelangkaan alat tulis dan kemampuan mengahafal mereka. Masyarakat arab kala itu juga tidak pandai menghitung. Tetapi tidak dikatakan tidak memiliki ilmu pengetahuan sama sekali. Mereka memiliki ilmu pengetahuan seperti :
1. Astronomi, untuk mengetahui petunjuk jalan dan jenis musim.
2. Meteorologi, untuk mengetahui keadaan cuaca dan turunya hujan.
3. Sedikit sejarah umat sekitarnya.
4. Pengobatan berdasarka pengalaman. 
5. Perdukunan dan semacamnya.
6. Bahasa dan Sastra.
Pengetahuan mereka dalam bidang – bidang tersebut amat sederhana tidak jarang yang keliru sehingga seringkali al –quran meluruskan kekeliruan tersebut dan untuk memperoleh informasi yang baru.
Masa dan cara kehadiran al – quran
Dalam hal ini konteks kemukjizata al – quran adalah :
a) Kehadiran wahyu Al – quran diluar kehendak nabi muhammad
b) Kehadirannya secara tiba – tiba.
Pernah suatu ketika wahyu tidak kunjung turun ketika nabi sedang membutuhkannya. Sedemikan gelisah itu sampai – sampai ada yang menyatakan nabi nyaris menjatuhkan diri dari puncak gunung. Orang – orang musyrik mekkah pun mengejek beliau mengatakan bahwa tuhanmu telah mennggalkanmu dan membencimu. Kemudin turunlah ayat ad-dhuha ayat 1-3 yang mengatakan “dan demi ad dhuha ketika hening. Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu.” Dan demikian wahyu adalah wewenang tuhan. Walaupun keinginan nabi jika allah tidak menghendaki, mka wahyu tidak akan turun.

Ayat Teguran
           Ayat teguran yakni ayat yang turun atas permohonan nabi muhammad dikarenakan suatu peristiwa yang sangat kritis yang terjadi pada saat itu akan tetapi allah menegur nabi muhammad atas permohonanya kepada allah.
           Contoh ayat : pada peristiwa saat itu nabi memohon agar allah  mengutuk mereka. Namun ucapan nabi ini di tegur allah dengan sangat keras berikut ini :

لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُون

Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim. (Ali 'Imran Ayat 128)
Ayat Yang Turun Spontan
Disamping itu tidak jarang wahyu yang turun secara tiba – tiba juga tak terlintas di benak beliau. Walaupun kehadirannya secara tiba – tiba namun redaksinya sangat indah dan teliti kandungan amat kaya dan jitu melebihi keindahan dan ketelitian hadis – hadis beliau.
BAB IV
BAHASA AL – QURAN
Tidak dapat di sangkal bahwa kosa kata adalam al – quran adalah bahasa arab. Kecuali beberapa kosa kata perbendaharaan akibat akulturasi. Sekian banyak ayatnya ada yang membantah bahwa bahasa al – quran diajarkan oleh seorang a’jam (non arab) kepada nabi. Bahasa a’jam adalah bahasa selain bahasa arab juga diartikan sebagai bahasa arab yang tidak baik.
Ciri Bahasa Arab
Bahasa arab termasuk rumpun bahsa semit sama dengan bahasa ibrani. Kata bahasa arab mempunyai tiga asal huruf mati yaitu qaf, wawu, dan lam yang semuanya digabung menjadi kata (qala) yang berarti “berkata”. Seorang pakar bahasa arab menekankan bahwa pemilihan huruf – huruf bahasa arab bukanlah kebetulan tetepi mengandung falsafah sendiri. Keunikan bahasa arab terlihat juga pada kekayaanya. Dan kekayaan bukan saja terlihat pada jenis kelamin kata pada bilangannya tetapi juga ada antonim dan sinonimnya. Contohnya pada kata singa bersinonim lima ratus, ular dua ratus. Keunikan     lain dari bahasa ini adalah adalah banyaknya kata – kata ambigu, tidak jarang kata yang mempunyai dua atau tiga arti yang berlawanan. Walaupun kosa kata yang digunakan oleh orang – orang arab namun tidak jarang kata yang mempunyai arti atau pengertian baru dari yang sebelumnya. Misal, kata (shalat) diartikan sebagai do’a maka hanya bukan sekedar do’a melainkan di perluas hingga mencakup ucapan, perbuatan tertentu yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam.
Tujuan Menyebarkan Al - quran
Sebab dari pemilihan bahasa arab sebagai bahasa al – quran adalah tak lepas dari penyebarannya. Timur tengah khususnya mekkah adalah jalur penghubung antara jalur timur dan barat. Wajarlah jika kawasan ini menjadi tempat penyampaian pesen ilahi yang terakhir dan ditujukan kepada seluruh umat manusia. Penduduk mekkah juga melakukan “perjalanan musim dingin dan musim panas” ke daerah romawi dan persia. Faktor ini akan mempermudah penyebaran agama islam. Ada faktor selain itu yang mendukung terpilihnya mekkah. Karena saat itu masyarakat mekkah beleum mengenal kemunafikan dan bermuka dua dan mereka keras kepala, serta lidah dan ungkapan mereka sangat tajam. Sejarah juga menunjukkan bahwa ayat – ayat yang emnunjukkan kemunafikan baru ada ketika nabi berada di madinah. Keluarga yang terpilih untuk tugas kenabian yaitu bani hasyim dari keluarga ini yang terpilih adalah nabi muhammad karena budi pekertinya yang luhur.
BAB V
MUKJIZAT AL – QURAN DITINJAU DARI ASPEK KEBAHASAAN
Al – quran pertamakali berinteraksi dengan masyarakat arab pada nabi muhammad saw. Keahlian mereka dalam bahasa dan sastra arab. Dimana – mana terjadi perlombaan dalam menyusun syair, khutbah, petuah dan nasihat. Syair yang indah digantung di ka’bah untuk penghormatan kepada penyair dan agar dapat dilihat keindahanya. Sebenarnya orang – orang arab hidup pada masa turunnya al – qur’an adalah masyarakat yang paling mengerti tentang keistimewaan dan keunikan al – quran serta ketidak mampuan manusia dalam membuatnya. Tetapi sebagian mereka tidak menerima pesan – pesan al – qiran karena pesan – pesan yang dikandungnya masih sesuatu yang baru ditambah lagi ketidak jelasan al – quran dan bertentangan dengan kepercayaan mereka. Mereka menyebut al –quran adalah syair karena keindahan susunan bahasanya. Tetapi tidak seperti syair pada umumnya mereka juga bingung karena al – quran juga tidak dapat disebut sihir atau perdukunan karena biasanya sihir tidak menyebutkan kata – kata yang luhur melainkan sebaliknya. Dari sini kita dapat berkata bahwa keunikan dan keistimewaan al –quran dari segi bahasa merupakan kemukjizatan utama yang ditjukan pada masyarakat arab.
Susunan Kata dan Kalimat Al – quran
1. Nada dan langgamnya
Jika anda mendengar ayat al – quran hal pertama yang terasa di telinga adalah nada dan langgamnya. Perlu diingat bahwasanya al – quran bukanlah sebuah syair atau puisi. Tetapi terdengar mempunyai keunikan dalam irama dan ritmenya. Hal ini disebabkan oleh hurf dari kata – kata yang dipilih melahirkan keserasian bunyi.
2. Singkat dan Padat
Al – quran keistimewaan bahwa kata dan kalimat – kalimatnya yang singkat dapat menampung sekian banyak makna. Ia bagai berlian yang memancarkan cahaya dari setiap sisinya.
3. Memuaskan para pemikir dan orang kebanyakan.
Bisa jadi seorang yang awam akan merasa puas dan memahami al – quran dengan keterbatasanya, akan tetapi para ilmuwan dan filosof akan mendalami lebih dalam lagi apa itu sebenarnya ayat al – quran
4. Memuaskan Akal dan Jiwa.
Manusia memiliki akal, rasa dan daya pikir. Daya pikir mendorongnya antara lain untuk memberikan argumentasi – argumentasi guna mendukung pandangannya. Sedangkan kalbu untuk mengeksprsikan dan mengembangkan imanjinasi. Nah, dengan keluarbiasaanya al – quran mampu menggabungkan kedua tersebut
5. Keindahan dan Ketepatan Maknanya
Tidak mudah bagi orang untuk menjelaskan keindahan isi al – quran terlebih bagi orang tersebut tidak memiliki tentang pengetahuan tentang bahasanya.
6. Keseimbangan Redaksi Al – quran
Dalam buku tafsir al – amanah menafsirkan ayat al – mudastsir yang menyemimbangkan kosa kata al – quran. Dikatakan bahwa ada rahasia dibalik pengulangan kosa kata al – quran. Rasyad khalifah memulai pembuktiannya dengan mengulas kata – kata basmalah yang terdiri dari 19 huruf selanjutnya dikatakan bahwa jumlah bilangan kata basmalah yang terdapat dalam al – quran tersebut walupun berbeda – beda namun keseluruhanya habis terbagi oleh angka 19.
Sekelumit Rincian Ketelitian Redaksi Al – quran 
Quran sangat teliti dalam pemiihan kosa kata katanya. Seringkali pemilihan kosa kata tersebut pada pandangannya dinilai menyalahi kaidah kebahasaan, atau tidak sejalan dengan bahasa yang baik.
BAB VI
PAHAM AS – SHARFAH
Ash – sharfah terambil dari akar kata (sharafa) yang berarti memalingkan dalam arti memalingkan manusia dari upaya membuat semacam al – quran, sehingga seandainya aka manusia akan mampu. Dengan kata lain kemukjizatan al – quran lahir dari faktor eksternal dan bukan daeri al – quran itu sendiri.
Pertama, mengatakan bahwa semangat mereka untuk menentang dilemahkan allah.
Kedua, menyatakan bahwa cara allah memalingkan adalah dengan mencabut pengetahuan dan rasa bahasa yang mereka miliki dan yang diperlukan guna lahirnya susunan kalimat serupa al – quran.
Kalau demikian, apa dasar yang digunakan untuk mengatakan bahwa ada faktor ekstern untuk melemahkan semangat mereka? Dan apa dasar pendapat ini? Tidak ada yang bisa menjelaskan.
BAB VII
ISYARAT – ISYARAT ILMIAH AL – QURAN
Al – quran bukanlah suatu isyarat ilmiah sebagaimana halnya kitab – kitab ilmiah yang dikenal selama ini. Salah satu hal yang membuktikan kebenaran pernyataan di atas adalah sikap al – quran terhadap pertanyaan yang diajukan para sahabat nabi tentang keadaan bulan. Menurutnya mereka bertanya mengapa bulan sabit terlihatdari malam ke malam membesar hingga purnama kemudian sedikit demi dedikit mengecil kemudian hilang. Pertanyaan itu tidak di jawab al – quran dengan jawaban ilmiah. Tetapi, malah jawabannya justru diarahkan kepada memahami hikah dibalik kenyataan itu. Yang mana dibri jawaban pada surah al – baqarah 189. “katakanlah, yang demikian itu tanda – tanda waktu bagi manusia dan bagi ibadah haji”.
Ihwal Reproduksi Manusia
Al – quran berbicara panjang lebar tentang manusia, dan salah satu yang diuraikannya adalah reproduksi manusia serta tahap = tahap yang dilaluinya hingga menjadi manusia. Terdapat paling tidak 3 ayat al – quran yang menejlaskan sperma atau mani. Yaitu :
1. surah al – qiyamah ayat 36 – 39
2. surah an – najm ayat 45 – 46
3. surah al – waqi’ah ayat 58 – 59
Pada surah al – qiyamah secara tegas dinyatakan bahwa nutfah merupakan bagian terkecil dari mani yang dituangka dalam rahim. Penemuan menyatakan bahwa pancaran mani mengandung sekitar dua ratus juta benih manusia, sedangkan yang berhasil bertemu dengan ovum hanya satu saja.
Selanjutnya, an – najm menginformasikan bahwa dari setetes nutfah allah menciptakan kelamin laki dan perempuan. Penelitian membuktikan bahwa ada dua macam kandungan sperma yakni kromosom X dan kromosom Y.
Ihwal Kejadian Alam Semesta
Al – quran mengisyaratkan bahwa langit dan bumi tadinya adalah satu gumpalan dalam firman allah (Q.S al – anbiya’ ayat 30). Al – quran tidak menjelaskan bagaimana terjadinya pemisahan itu namun pemisahan itu di benarkan oleh para ilmuwan. Observasi erwin P huble melalui teropong bintang raksasa memnunjukan adanya pemuaian alam semesta. Ini berarti alam semesta berekspansi dan tidak statis. Bumi kita diliputi oleh ruang angkasa atau langit. Langit ditinggikan berarti ia bergerak sedemikian rupa ke arah tegak lurus pada suatu permukaan bumi. Karena bumi bulat ini berarti langit yang mengingkari bumi harus mengembang ke segala arah.
Ihwal Pemisah Dua Laut
Dalam surah al – furqan : 53 menjelaskan bahwa ada pemisah yang diciptakan allah pada lokasi – lokasi tempat bertemunya laut dan sungai.
Ihwal Awan
Dijelaskan pada surah an – nur ayat 43 ayat ini berbicara tentang awan dan proses terjadinya hujan. Proses turunnya hujan dimulai dari pembentukan awan tebal karena adamya dorongan angin yang mendorong kawanan angin kecil menuju pusat pertemuan awan.
BAB VIII
PEMBERITAAN GAIB AL – QURAN
Gaib adalah sesuatu yang tidak diketahui manusia dalan kehidupan ini. Misalnya kapan terjadinya hari kiamat, kapan datangnya kematian. Al – quran mengungkap sekian banyak ragam hal gaib. Al – quran mengungkap hal gaib yang terjadi pada masa lampau dan masa yang akan datang yang belum diketahui oleh manusia. Tentu saja peristiwa yang akan datang dalam ayat al – quran menunjukan bukti kemukjizatan al – quran.
Berita Gaib tentang Masa Lampau
Al – quran mengisahkan sekian banyak peristiwa masa lampau. Harus diakui bahwa kisahnya belum banyak di buktikan kebenarannya pada masa kini tetapi sebagian lainnya telah terbukti.
Berikut adalah contoh kisahnya yang telah terbukti :
Al – quran telah berbicara tentang kaum tsamud dan kaum ad kepeda mereka diutus nabi shaleh dan nabi hud. Banyak uraian dalam al –quran yang menjelaskan kedua kaum ini baik dari segi pembangkangan mereka terhadap tuhannya. Mereka akhirnya di hancurkan allah dengan gempa dan angin ribut yang sangat kencang.
Berita Gaib pada Masa Datang yang Terbukti
Kemenangan romawi setelah kekalahannya.
Pada abad ke lima dan ke enam terdapat dua adikuasa romawi beragama kristen dan persia menyembah api. Peperangan antar keduanya tak dapat terelakkan sebab perebutan kekuasaan. Sejarah mengatakan bahwa peperangan antara adikuasa berakhir dengan kalahnya romawi kala itu kaum musyrik mengejek masyarakat mekkah muslim karena mengharapkan kemenangan romawi kekesalan mereka bertambah akibat ini. Maka allah menurunkan wahyu untuk menghibur mereka.
Pertama, romawi akan menang atas persia pada tenggang waktu yang di tetapkan al – quran.
Kedua, jika kemenangan itu tiba kaum muslim akan bergembira.
Ini berarti menjelaskan bahwa akan terjadi lagi peperangan antara romawi dan persia. Ternyata benar adanya, bahwa pemberitaan tersebut menginformasikan bahwa tujuh tahun setelah kekalahan romawi tepatnya pada tanggal 622 M terjadi lagi peperangan antara keduanya, dan kali ini pemenangnya adalah romawi.


BAB IX
BUKTI – BUKTI LAIN MUKJIZAT AL – QURAN
Petunjuk Al – quran Sebagai Mukjizat
Pada tafsir al – manar al – quran dalam bidang akidah ketuhanan, akhlaq, metafisika, dan hukum – hukum yang berkaitan dengan agama sosial dan politik merupakan pengetahuan yang sangat tinggi nilainya. Sedikit sekali yang dapat mencapi bidang – bidang tersebut. Orang – orang yuanani dan romawi, sebelum al – quran juga telah menetapkan hukum tetepi kemukjizatan aspek syari’at al – quran terletak pada kemampuannya menciptakan keadilan antar sesama yang dibuat untuk kepentingan suatu bangsa. Sisi keistimewaan petunjuk al – quran dapat juga terlihat pada prinsip yang di perkenalkanya. Yaitu prinsip yang dikenal sebagai “hak veto” yaitu rincian dan ketetapannya dapat disesuaikan dan dibatalkan. Misal, al – quran memperbolehkan memakan daging babi apabila dalam keadaan darurat.
Pengaruh Al – quran Terhadap Jiwa Manusia
Dalam literatur sejarah ditemukan riwayat – riwayat berikut yang menjadi bukti pengaruh al – quran terhadap jiwa manusia. Umar bin Khatab keluar dari rumahnya dengan maksud membunuh Nabi Muhammad Saw yang dinilainya memecah-belah masyarakat serta meredahkan sesembahan leluhur. Dalam perjalan mencari Nabi, dia bertemu dengan seorang menanyakan tujuannya. Orang itu kemudian berkata  Tidak usah Muhammad yang kau bunuh. yang telah mengikutinya (masuk Islam), seharusnya itulah yang kau urus." Umar kemudian menemui adik nya, Fathimah, yang sedang bersama suaminya membacakan lembaran ayat-ayat Al-Quran. Ditamparlah adiknya itu kemudian direbutnya lembaran al –quran itu lalu dibacanya, dan begetarlah hati umar membaca ayat suci al – quran tersebut kemudian umar bergegas menemui nabi muhammad untuk menuntunnya agar masuk islam.
  Kritik Terhadap Sistematika Al – quran
Al – quran sementara orang dinilai sangat kacau dalam sistematikanya. Betapa tidak kata mereka dalam satu uraian belum selesai menjelaskan tiba – tiba menjelaskan uraian yang lain.
a) Turunnya Al – quran
al – quran turun berjangka waktu sangat lama dan beragsur – angsur. Terkadang turun beberapa atau belasan hingga satu ayat saja. Nabi muhammad selalu menyampaikan kepada penulis wahyu berdasarkan apa yang di wahyukan allah. Dari sini terlihat bahwa penyusunan ayat al – quran tidak di dasarkan pada masa atau tahapan turunya tetapi didasarkan oleh allah berdasarkan pertimbangannya. Atau dikatakan berdasarkan keserasian hubungan ayat – ayat dan surahnya.
b) Penilaian baik buruk berkaitan dengan sistematika
al – quran bukanlah bukanlah suatu kitab sistematika ilmiah seperti kitab ilmiahb pada umumnya. Misi al – quran adalah dakwah untuk mengajak manusia menuju jalan yang terbaik. Di sisi lain al – quran enggan memilih – milih pesanya agar tidak timbul kesan bahwa yang satu lebih penting dari yang lainnya. Salah satu tujuan sistematika al – quran berbentu demikan adalah untuk mengingatkan manusia khususnya kaum muslim bahwa ajaran al – quran adalah satu kesatuan terpadu yang tidak dapat di pisah pisahkan. Tujuan bergabungnya berbagai persoalan al – quran adalah agar setiap surah dapat memperoleh sekian banyak petunjuk dalam waktu yang singkat tanpa membaca seluruh ayat.
Munasabah al – quran
a) hubungan kata demi kata dalam satu ayat
b) hubungan antara kandungan ayat dengan penutup ayat
c) hubungan ayat dengan ayat berikutnya
d) hubungan antara penutup surah dengan mukadimah surah berikutnya
e) hubungan antara penutup surah dengan mukadimah penutupnya
f) hubungan kandungan surah dengan surah sesudahnya
Kritik Terhadap Bahasa Al – quran
Beberapa contoh kritik terhadap bahasa al – quran :
a) surah yusuf ayat 17 menyatakan fa akalahu adzdzibu ( maka dia yusuf dimakan serigala ) kata fa akalahu yang di terjemahkan dengan maka dia dimakan menurut mereka seharusnya  faftarahu yakni diterkam karena kata ini digunakan untu binatang buas semacam serigala, sedangkan kata akala (makan) merujuk ke pengertian umum.
Benarkah Tidak ada yang berhasil menantang al – quran ?
Benarkah tidak ada yang berhasil menentang al – quran ? bisa jadi ada. Dalam sejarah islam tidak mengenal adanya larangan mengeluarkan pendapat bahkan sejarah menunjukkan perdebatan mengenai adanya nabi dan kebenaran ajaran islam. Sejarah telah membuktikan adanya orang – orang yang berusaha untuk menandingi al – quran. Sejarah juaga meriwayatkan ucapan –ucapan mereka namun usaha mereka berakhir dengan kegagalan.
BAB XI
PENUTUP
Hal – hal yang dipaparkan diatas adalah mukjizat al – quran dari aspek kebahasaan, isyarat ilmiah, dan pemberitaan gaib. Memang tidak mudah memeparkan semua aspek kemukjizatan al – quran ini perlu adanya penelitian dan juga wawasan yang luas. Bukan sembarang ilmu yang digunakan untu membahas tentang keluarbiasaan al – qur’an ini. Semua orang sangat boleh mengungkap keistimewaan al – quran yang tak terlihat dari orang lain. Di sisi lain perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi memgungkap hakikat – hakikat baru sehingga pakar masa kini dapat mengungkap al – quran dari sisi keistimewaan yang tidak diketahui oleh pakar – pakar sebelumnya.



TERIMAKSIH :) SEMOGA BERMANFAAT


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RESUME BUKU MUKJIZAT AL - QURAN KARYA QURAISH SYIHAB

RESUME BUKU MUKJIZAT AL – QURAN KARYA QURAISH SYIHAB  Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah  "Studi Al - Quran" ...